Tahapan Produksi Film Animasi Lengkap


Doraemon, Salah satu Film Animasi Terpopuler - Tahapan Produksi Film Animasi Lengkap | kangbar.blogspot.com


Anda tau Film Animasi? Ya, film yang paling populer diantaranya Doraemon, Naruto, Toys Story, Upin Ipin, Boboiboy, dll. Jika anda tau banyak tentang Film animasi, apakah anda tau dibalik film-film tersebut ada kegiatan produksi film animasi. Produksi Film animasi ada tiga tahapan wajib dilakukan. Yaitu :


  1. Tahap Pra Produksi / Sebelum Produksi

      Tahap pra produksi merupakan tahapan dimana kita mempersiapkan segala hal yang kita butuhkan untuk memproduksi sebuah film. Beberapa hal yang masuk dalam kategori ini adalah sebagai berikut:
    • Cerita
      Sangatlah penting dan harus ada terlebih dahulu. Dengan mengetahui jalan cerita kita dapat mengetahui apa saja yang akan kita buat. Jadi tidak asal buat saja, karena jika asal buat saja akan banyak hal yang tidak terpakai dan membuat kurang efektifnya waktu.
    • Script
      Script merupakan naskah cerita yang akan diperankan oleh masing-masing tokoh. Dengan begitu, ilustrator sudah mulai bisa memvisualisasikan bentuk story board yang akan dibuat untuk masing-masingscenenya.
    • Brain Storming
      Sangat berguna untuk para ilustrator yang membuat concept art, perpaduan referensi gambar dan cerita digabung dan diotak atik sehingga membentuk sebuah konsep yang akan dikerjakan pada tahap concept art. Brain storming lebih ke pendekatan cerita dengan gambar referensi sehingga diperoleh gambar-gambar yang disebut konsep. Setelah itu diaplikasikan sehingga membentuk concept art.
    • Concept Art
      Concept Art berisi konsep untuk tiap-tiap element yang ada pada cerita, seperti bentuk karakter, bentuk tas, pakaian karakter dan sebagainya.
    • Story Board
      Story board berisi detail setiap scene mulai dari script, dialog, posisi kamera, gerakan kamera, durasi dan segala macam gerak-gerik yang ada dalam scene. Jika kita membuat tanpa story board ita akan kebingungan meletakkan kamera pada scene tertentu.
    • Animatic Story Board
      Dengan ini kita bisa mengetahui story board yang berjalan layaknya video stop motion. Sehingga animator mempunyai bayangan bagaimana menggerakan karakter agar sesuai dengan story board.
    • Manajemen File
      Dalam pembuatan sebuah animasi, kita memerlukan kerjasama tim. Oleh karena itu diperlukan standarisasi penamaan file, folder dan komponen lainnya untuk mempermudah koordinasi antar anggota.
  2. Tahapan Produksi

    Tahap ini merupakan proses pengerjaan semua hal yang sudah dibuat saat pra produksi. Jika pra produksi kurang matang, maka proses produksi akan memakan waktu dan biaya yang jauh lebih banyak.Hal-hal yang termasuk dalam tahapan ini adalah:
    • Modelling
      Proses pembuatan model baik 3 dimensi maupun 2 dimensi, entah itu modeling karakter, environment, object, dan berbagai macam bentuk objek yang akan kita atur dalam dunia animasi.
    • Texturing
      Proses pemberian material dalam bentuk warna maupun gambar pada objek yang sudah dibuat melalui tahap modelling. Hal ini berguna untuk memberikan tampilan permukaan dari suatu objek agar dapat memberikan kesan, warna dan ciri khas sesuai dengan objek yang sebenarnya.
    • Rigging
      Rigging dilakukan untuk mempermudah menggerakkan objek.
    • Animation
      Proses penghidupan karakter maupun objek yang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga objek tidak hanya diam
    • Rendering
      Proses mengubah file-file mentah 3D pada software pengolah konten 3 dimensi menjadi sebuah format yang dapat dinikmati dengan mudah tanpa harus memiliki file produksi seperti video maupun gambar. Proses rendering memakan waktu yang cukup lama dibandingkan yang lain, tergantung tingkat kerumitan objek yang di render, selain itu
  3. Tahapan Paska Produksi

    Merupakan proses penggabungan berbagai macam scene yang dihasilkan saat proses produksi. Proses yang terdapat dalam paska produksi yaitu :
    • Koreksi Warna
      Hal ini dilakukan karena bagian-bagian dalam sebuah scene terkadang membutuhkan efek-efek khusus untuk menimbulkan suasana yang khas seperti romantis, horror dan sebagainya. Koreksi warna dapat memberikan efek suasan seperti itu, selain itu koreksi warna juga dapat meminimalisir perbedaan hasil render / video yang digabungkan. Sehingga seluruh properti yang ada dalam scene menyatu.
    • Editing Video
      Bertujuan untuk menggabungkan scene-scene hasil pengambilan gambar maupun hasil rendering dalam sebuah kesatuan urutan berdasarkan storyboard. Sehingga cerita yang sudah dibuat pada pra produksi dapat diceritakan dalam bentuk visual.
    • Musik
      Proses penambahan efek-efek yang menimbulkan kesan tersendiri pada sebuah film. Film horor yang paling kelihatan dalam hal efek suara. Film horror tanpa suara tidak ada yang menarik. Karena suara sangat mempengaruhi audience. Penambahan musik / sound effect dilakukan saat post production, yang kemudian digabungkan dengan videonya,
    • Visual Effect
      Proses penambahan efek-efek khusus pada sebuah animasi atau film. Seperti efek kilatan petir, tsunami dan masih banyak lagi efek-efek yang bisa ditambahkan.
    • Promosi
      Proses pengenalan karya film atau animasi yang sudah kita buat. Ada banyak sekali media promo yang bisa kita gunakan.


Sekian pembahasan tentang Tahapan Produksi Film Animasi Lengkap, Terimakasih ..

akbar

Seorang Software Developer yang dengan hobi menulis.

1 Komentar

Bagaimana Tanggapan anda mengenai Artikel Diatas ?

Lebih baru Lebih lama